PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP DERAJAT ERITEMA PADA PROSES INFLAMASI MARMUT (Cavia porcellus) DENGAN LUKA BAKAR DERAJAT II DANGKAL

Authors

  • Muhammad Rosyidul `Ibad
  • Tina Handayani Nasution
  • Sri Andarini

Abstract

Insiden luka bakar cukup tinggi di masyarakat, salah satu perawatan untuk luka bakar adalah penggunaan  cairan Normal Saline steril. Normal Saline adalah larutan fisiologis yang aman digunakan dalam kondisi apapun, mampu menyediakan lingkungan fisiologis bagi luka namun  tidak dapat melawan terjadinya infeksi.  Daun kersen (Muntingia calabura) diidentifikasi memiliki berbagai efek farmakologis, antara lain antiinflamasi dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak daun kersen terhadap derajat eritema pada marmut (Cavia porcellus) dengan luka bakar derajat II dangkal. Penelitian ini merupakan penelitian murni dengan rancangan pretest and posttest control group design. Sampel terdiri dari 2 kelompok masing-masing 9 ekor marmut, yaitu kelompok kontrol Normal Saline steril (kelompok 1), ekstrak daun kersen (kelompok 2). Variabel yang diteliti adalah Derajat eritema Inflamasi. Uji statistik T-Test Independent menunjukkan hasil adanya pengaruh signifikan  p=0,002 (p<0,05) didalam penelitian ini kelompok dengan ekstrak daun kersen lebih cepat kemampuannya dalam menurunkan eritema daripada kelompok dengan Normal Saline. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian ekstrak daun kersen terhadap derajat eritema pada proses inflamasi pada luka bakar derajat II dangkal. Melalui penelitian ini maka ekstrak daun kersen dapat digunakan sebagai alternatif antiinflamasi yang diberikan secara topikal.

 

Kata kunci:      Ekstrak Daun Kersen, Derajat Eritema Inflamasi, Luka Bakar Derajat II Dangkal

Downloads

Published

2013-11-01

Issue

Section

Articles